Jumat, 01 Juli 2011

gelar Haji Indonesia Mnjadi Gengsi


Entah sumber budaya dari mana, kebanyakan warga Indonesia menggunakan ektensi pada namanya setelah pulang melaksanakan ibdah haji, sehingga namanya memiliki ektensi baru spertihalnya seorang telah sarjana yang memiliki gelar contoh yang dulunya hanya menggunakan nama Iskandar berubah menjadi H.Iskandar. orang memanggilnyapun sudah tidak menggunakan nama aslinya lagi karena nick name nya sudah berubah menjadi “PAK HAJI” atau “IBU HAJI”. Yang menggunakan budaya ini bukan hanya dari warga Indonesia biasa bahakan sudah melebur sampai pada pejabat tinggi Indonesia.
Tidak heran jika masih banyak yang menjadi penggila haji, bukan karena ingin menjadi haji mabrur tapi hanya ingin meniggkatkan derjatnya di mata manusia. Karena sebgaian mentsion masyarakat menggap, mereka akan taruh hormat tinggi kepada orang yang telah melakasanakan haji. “Kita akan lebih dihargai jika sudah melaksanakan haji”, ungkap salah satu warga desa yang telah melaksanakan haji.
Yang mengherankan lagi, masih ada sebgaian wanita yang telah melaksanakan haji, malah tidak menggunakan kerudung, hanya menggunakan penutup setengah kepala. Auratnya malah kelihatan ckckckckc. Gelang emasnya dimana – mana, yang bisa mendekatkan orang menjadi ria.
Kadang saya berfikir, kok Nabi Muhammad tidak pake Nama Nabi H.Muhammad setelah melakasanakan haji ?.  Inilah yang menimbulkan pertanyaan besar bagiku, Apakah kita harus menggunakan gelar HAJI pada nama setelah melaksanakan Ibadah Haji ?

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India