Di sela-sela liburan cuti yang saya ambil, terbersit sedikit keinginan untuk mengetahui lebih lanjut tentang pesawat ulang alik yang biasa digunakan oleh NASA pergi ke luar angkasa untuk misi-misi terntentu. Rasanya teknologi mereka begitu mengagumkan. Tidak perlu menunggu waktu lama, saya pun menyalakan laptop, memasang modem, dan mulai berseluncur di dunia maya. Wikipedia adalah situs pertama yang saya kunjungi.
Dalam sejarahnya, NASA sudah membuat 6 pesawat ulang alik, antara lain : Enterprise, Columbia, Challenger, Endeavour, Discovery, dan Atlantis. Masing-masing tentu saja mengemban misi yang beragam, meski dua diantaranya (Challenger dan Columbia) harus hancur dengan mengenaskan.
Saya juga membaca bagaimana kronologis pembuatan pesawat ulang alik sampai dengan peluncurannya. Sekilas saya menemukan ada benang merah yang sangat jelas bila dikaitkan dengan perjalanan sukses kita. Dari sini kita bisa belajar untuk bisa lebih memaknai dan menyikapi proses demi proses pencapaian sukses kita.
PERAKITAN PESAWAT ULANG ALIK
Proses perakitan pesawat ulang alik NASA terbilang rumit sekali. Yah, maklumlah pesawat ini didesain untuk memiliki ketangguhan sekaligus memberikan jaminan keselamatan untuk para crew. Salah sedikit saja bisa berakibat fatal. Persiapan begitu penting, seperti yang dikatakan oleh Benyamin Franklin : “By failing to prepare, you are preparing to fail.”

Perakitan Pesawat Ulang Alik NASA
Meskipun ada banyak yang bilang learning by doing alias yang penting lakukan saja, tetap saja tidak bisa melakukan segala sesuatunya tanpa persiapan. Dengan persiapan, resiko kegagalan pun bisa diminimalkan. Terutama ketika Anda membangun sebuah bisnis. Persiapan tentu sangat diperlukan, meski kata Ippho ‘Right’ dalam buku 7 Keajaiban Rezeki jangan terlalu berlebihan dalam persiapan, nanti malah tidak jalan.

Pemasangan Pesawat Dengan Roket Peluncur
PROSES PELUNCURAN
Ketika pesawat ulang alik NASA diluncurkan, berton-ton bahan bakar diproses untuk menghasilkan daya dorong yang kuat dan mampu membawa pesawat ulang alik menembus batas atmosfer dan sampai ke luar angkasa. Energi yang tidak sedikit, mengingat beban dari pesawat ulang alik yang berat dan melawan gaya gravitasi bumi yang cenderung menarik ke bawah. Ini sesuai dengan hukum Newton I : “Benda yang dalam keadaan diam akan mempertahankan keadaannya untuk tetap diam selama tidak ada gaya yang bekerja padanya”.
Langkah pertama seringkali adalah hal yang paling sulit kita lakukan, meski bertahan dan terus melanjutkan perjuangan juga tidak kalah sulitnya ketika kita berjuang untuk menggapai kesuksesan. Selain pengambilan keputusan yang kerap membuat kita banyak berpikir, butuh banyak energi untuk mulai bergerak pertama kali.
Mau tidak mau di awal kita harus berani mengerahkan segala sesuatunya. Berbagai pengorbanan perlu dilakukan, mulai dari pikiran, tenaga, waktu, bahkan mungkin uang. Mengerahkan energi yang besar seperti pesawat ulang alik tersebut pertama kali terbang. Kalau hanya setengah-setengah, yang ada malah pesawatnya jatuh. Perjalanan kita pun terhenti. Jatuh terpuruk. Kalau berani bangkit sih bagus, meski biasanya energi yang dibutuhkan untuk memulai kembali jauh lebih besar.
Peluncuran Pesawat Ulang Alik NASA
GUNCANGAN DEMI GUNCANGAN
Tidak seperti di awal, makin ke atas pesawat ulang alik NASA makin enteng melaju karena sudah bergerak dan memiliki kecepatan. Jadi tinggal menambahkan energi sedikit demi sedikit demi mempertahankan laju pesawat. Meski demikian, akan sampai pada suatu lapisan atmosfer bumi dimana pesawat mengalami guncangan demi guncangan. Mulai dari guncangan kecil hingga yang skalanya cukup mengganggu dan bisa membuat crew pingsan.
Begitu juga dalam perjalanan sukses kita nantinya. Ketika proses dirasa makin mudah karena kita sudah meletakkan batu-batu pijakan dan tinggal melangkah dengan mulus, akan ada saja gangguan demi gangguan. Masalah datang bertubi-tubi. Tinggal bagaimana kita menyikapinya. Mau fokus pada masalah, atau fokus pada solusinya. Mau melanjutkan perjalanan sukses yang sudah cukup jauh atauberhenti dan keluar dari perjalanan sukses.
BERJALAN MULUS TANPA BEBAN DI ANGKASA LUAR
Pada akhirnya sampai juga pesawat ulang alik NASA di luar angkasa. Perjalanan disini semakin mulus dan tanpa beban, mengingat tidak ada lagi gaya gravitasi bumi yang mengganggu. Pun tenaga pendorong yang dibutuhkan amat sangat sedikit untuk bergerak.
Atlantis in outer space
Sama halnya ketika kita sudah sampai di puncak sukses. Saat berbagai sistem yang kita rancang, kita bangun dengan susah payah di awal mulai bekerja tanpa campur tangan kita. Pekerjaan kita makin sedikit, namun berbagai hal yang kita terima makin besar. Berbanding terbalik dengan awal perjuangan, banyak yang dikerahkan tapi yang didapatkan cenderung sedikit.
Nah, perjalanan kita bersama pesawat ulang alik NASA sudah berakhir disini. Semoga yang sedikit ini bermanfaat untuk Anda semua. Waktunya saya bersiap untuk kembali ke Cilegon, mengingat masa cuti sudah berakhir.





14.45
farid and1
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar